(unique) Relationship - THE ANANDIC

March 4, 2012

(unique) Relationship

pernah gak kamu inget sewaktu di bully, di Sekolah maupun di kampus? atau pernah denger kisah orang-orang yang di bully?

Saat kamu di bully pastinya ngerasa gak enak karena di tindas, tapi mengapa kok setelah kejadian itu, entah mengapa kita jadi merindukan saat seperti itu, kenapa hal yg dulu kita tidak sukai pada awalnya, malah menjadi sesuatu yg kita rindukan??
ya manusia memang sering mengalami hal itu, baik di dunia akademis maupun di dunia romansa.


maksud saya , di dunia romansa kerap kali kondisi psikologisnya hampir sama dengan apa yg di alami saat di bully.
jadi ketika kita di "aniaya" sama pacar kita, kita malah menjadi semakin suka, semakin merindukan masa-masa tertindas oleh pacar kita.

kita malah seperti tidak bisa lepas dari pacar kita yg meng-aniaya kita.

bahkan bukan hanya aniaya mental/hati berupa perselingkuhan.
tapi jga aniaya secara fisik!

makanya tidak heran org yg di aniaya sama pacarnya malah tidak bisa lepas dari pacarnya tersebut. loh kok bisa (?)

so bagaimanakah caranya lepas dari semua itu?
memang tidak mudah butuh waktu untuk menyadarkan orang yg mengalami hal itu, paling sering korban aniaya akan sadar saat peng-aniayaan itu sudah kelewat batas dan tidak tahan lagi, namun kondisi korban sacara fisik dan mental sudahlah parah 

masukan dari luar memang sudah tidaklah efektif, tapi sbenarnya masih cukup membantu membukakan pemikiran korban bahwa kondisinya emang sudah mengenaskan dan membahayakan , butuh untuk segera keluar dari kondisi itu.

jadi intinya orang-orang yg mengalami hal itu bukanlah org yg bodoh, tapi dia hanya orang yg terjebak dalam kondisi psikologis yg unik.

untuk kedepanya kamu harus lebih pintar mendeteksi gejala ini.

jadi begini, misalnya pacar kamu ketahuan selingkuh.
dia pasti akan mencoba merayu membujuk dan melakukan apa saja, agar kamu dapat memaafkan dia.
oke lah kamu boleh memaafkan dan kasih kesempatan ke 2.

tapi kamu harus kasih batesan, Tegaslah!

oke dia boleh selingkuh cuma 2 kali misalnya, setelah itu kalo dia selingkuh lagi ya langsung putusin aja!
karena kalo gak tegas seperti itu takutnya secara tidak sadar/ terbuai, kamu akan masuk ke kondisi psikologis yang seperti di atas.

saat kamu sudah tengelam dalam kondisi psikologs seperti itu, kamu akan menganggap dia yang suka selingkuh itu wajar untuk di maafkan dan kamu mengira sikap kamu yang mau terus-terusan memaafkan dia itu adalah bukti bahwa kamu sudah mencintai dia dengan tulus.

orang lain bilang itu salah, tapi kamu bilang itu cinta?!!! Hmm...
itu namanya pemahaman yg udah terbolak balik karena kamu sedang mengalami sindrom psikologis yg unik. Jadi, jangan biarkan kamu terseret dalam kondisi seperti itu. karena pasti ujung-ujungnya setelah kejadian itu semua, kamu pasti masih menyimpan sedikit trauma di masa depan. sumber

No comments:

Post a Comment