#SURVIVORTALK: KANKER & KEMOTERAPI - THE ANANDIC

January 27, 2017

#SURVIVORTALK: KANKER & KEMOTERAPI


Kemoterapi; kalo orang denger kata itu pasti yang tergambar adalah pengobatan untuk pasien kanker, bikin rambut rontok sampai botak, dimasukin ke ruang steril dll. sebagaimana penggambaran pada umumnya kita liat di televisi. Biasanya kalo di sinetron atau film, pasien kanker digambarkan bahwa mereka akan mati, menjalani pengobatan seperti operasi dan kemoterapi, kemudian digambarkan menjadi botak dan tidak memiliki semangat hidup.
film my Sister's Keeper
Penggambaran diatas secara tidak langsung membuat orang takut akan kanker dan takut menjalani pengobatan, yang akhirnya membuat mereka menolak untuk ke dokter. Satu hal yang perlu diingat bahwa semua orang pasti akan berpulang, bukan survivor saja, umur orang sudah menjadi takdir dan tidak bisa ditambahkan atau dikurangi. Yang bisa kita ubah hanya bagaimana cara kita meninggalkan dunia ini, dan dalam keadaan khusul khotimah atau tidak. Ada yang meninggalkan dunia ini dengan cara sakit, kecelakan dll.

Tidak jarang saya ketemu orang yang ketika divonis mengidap sakit ini langsung drop, alasannya karena mereka stress, tidak memiliki semangat hidup, dan percaya bahwa setelah divonis dokter mereka akan langsung mati. Percayalah kalau obat nomor satu dari kanker adalah happy dan semangat hidup yang besar, divonis oleh dokter jangan menjadikan kamu justru menyerah. Faktanya yang menentukan umur atau matinya seseorang bukan dari sakitnya, karena saya ketemu survivor kanker yang masih hidup 20 tahun dihitung dari pertama kali ia divonis dan saat saya ketemu ia masih segar bugar, bahkan bisa berkendaraan sendiri dari Bekasi - Jakarta Utara.
Sesaat setelah dokter memberitahu bahwa kamu sakit kanker ia akan memberikan program pengobatan. Mesti diingat bahwa sakit ini bukan kaya kalo kamu demam atau pilek yang setelah minum obat langsung sembuh. Proses pengobatan pasien kanker sangat panjang sekali dan setiap orang memiliki program yang berbeda-beda, tapi pada umumnya pasien akan menjalani operasi, kemoterapi dan sinar. Tolok ukur "sembuh" penderita kanker juga tidak sama dengan penyakit lain, yang ada hanya tidak kambuh dan sehat. Jadi kalo ada yang bilang habis minum obat A terus sembuh itu tidak mungkin, kemungkinan hanya tidak kambuh.


Penggambaran kanker dan kemoterapi yang biasa diliat di tv kemudian membuat orang yang sebenarnya sadar bahwa ia sakit (misalnya menemukan benjolan dll.) menjadi takut untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Padahal sakit kanker adalah penyakit yang membuat kita kejar-kejaran dengan waktu, semakin cepat ditangani semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh dan semakin lama ditangani semakin kanker itu cepat menyebar.
Jika kamu berpikiran minum herbal bisa menyembuhkan kanker atau kamu pernah merekomendasikan obat tertentu kepada pasien kanker, aku saranin jangan dilakukan. Mengapa? kan maksudnya baik. Alasannya adalah kalau dari penggunaan tersebut tidak berhasil atau memberikan efek buruk, apakah kamu mau bertanggung jawab atas kesehatan orang tersebut? penggunaan dengan herbal tidak bisa dijadikan satu-satunya pengobatan, karena tidak memiliki bukti yang valid apakah benar dapat menyembuhkan atau tidak. Oleh karena itu kemoterapi masih dianggap sebagai pengobatan yang paling efektif untuk membunuh sel kanker, karena ia membunuh sel-sel mitosis (cepat membelah diri) tapi berefek juga pada sel lain yang juga cepat aktif membelah seperti sel rambut (makanya kebanyakan pasien kemoterapi pasti botak), dan sel sehat lainnya.


Bagi kamu yang sakit percayalah bahwa sakit ini adalah takdir dan kamu mengalaminya karena kamu adalah hamba Tuhan yang kuat. Sakit kanker bukan seperti penyakit lain yang sebab-akibatnya jelas, misalnya seperti stroke yang disebabkan karena banyak makan berkolestrol. Hingga saat ini dokter saja belum menemukan penyebab kanker selain keturunan (gen) dan hormon, karena faktanya ada saja orang yang divonis kanker walaupun tidak memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit tersebut.
Oleh karena itu buat kamu yang divonis oleh dokter jangan menyerah dan selalu semangat dalam menjalankan pengobatan, walaupun proses pengobatan memang berat. Sedangkan buat kamu keluarga dengan pasien kanker, selalu semangati dan dampingi mereka, karena pengobatan kanker itu berat, dukungan dan bantuan dari orang-orang terdekat sangat dibutuhkan agar pasien tidak stress dan semakin semangat untuk melakukan pengobatan serta melanjutkan hidup.

6 comments:

  1. Wah, bener2 ngebukain kepikiran nih. Emang banyak orang yg takut berobat atau medical check up karena takut ketauan ada penyakit. Orang lebih takut nerima kenyataan kayak gitu. Ssalah satunya emak saya... Paling susah diajak berobat. ���� apa pun penyakitnya, jngan pernah takut sama pengobatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya orang tua saya pun begitu. Padahal beberapa penyakit harus cepat diketahui biar bisa cepat pula penanganannya mba

      Delete
  2. Postingan bagus, dan membuka jalan pikiran saya, memang penyakit apapun itu harus dilawan dengan mindset bahwa 'kita bisa sembuh'

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, mba inez iya mba. Semoga kita selalu diberikan kesehatan ya :)

      Delete
  3. Salut sama para survivors. Moga kita selalu diberi kesehatan sama Allah aamiin

    ReplyDelete