KEMOTERAPI, APA RASANYA SIH? - THE ANANDIC

April 30, 2017

KEMOTERAPI, APA RASANYA SIH?

Setahun berlalu semenjak pertama kali saya didiagnosa kanker ovarium. Semenjak itu kehidupan dan aktifitas sehari-hari saya berubah karena saya harus menjalani masa pengobatan yang panjang. Pengobatan untuk pasien kanker sangatlah beragam, namun operasi, kemoterapi dan radiasi merupakan proses pengobatan yang biasanya dilakukan karena sudah teruji dalam membunuh sel kanker dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Namun, pasti setiap orang yang mendengar kata kanker, yang pertama kali terlintas dipikiran mereka adalah kemoterapi, botak dan kematian, bukan kamu saja kok saya juga dulu berpikiran seperti itu. Tapi apa sih sesungguhnya kemoterapi itu?
Kemoterapi (eng: chemoteraphy) adalah terapi yang menggunakan zat kimia untuk pengobatan pasien kanker. Kemoterapi pada pengobatan kanker berguna untuk menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel-sel onkogen (kanker) pada tubuh pasien dengan menyerang sel-sel pembelahan mitosis (berkembang dengan cepat) yang diharapkan adalah sel onkogen. Obat kemoterapi hampir tidak menimbulkan dampak pada sel yang beristirahat (tidak melakukan pembelahan), namun dapat berdampak pada sel sehat lain yang aktif membelah seperti sel rambut.

Tidak seperti obat pada umumnya yang berbentuk tablet, syrup atau kapsul, kemoterapi berbentuk cairan atau berupa zat kimia yang disuntikkan ke pasien melalui infus dengan dosis dan jangka waktu yang sudah ditentukan oleh dokter. Jenis obat kemoterapi juga sangatlah banyak, oleh karena itu efek samping yang dirasakan oleh tiap pasien pasti berbeda-beda. Saya menjalani 6 siklus kemoterapi dengan rentang waktu pemberian obat tiga pekan sekali, jarak ini sengaja diberikan agar badan saya bisa beristirahat dan dapat pulih kembali setelah pemberian obat kemoterapi.


Dalam satu siklus kemoterapi saya memakai dua jenis obat kemo dengan lama pemberian dua jam tiap obat, dilanjutkan dengan pemberian infus selama 6 - 12 jam guna membilas obat kemoterapi di pembuluh darah. Lama keseluruhan pengobatan tiap pasien pun bervariasi, namun saya sendiri menjalaninya sampai 6 bulan.

bungkusan hitam adalah obat kemo, lainnya adalah cairan infus untuk membilas obat kemo.
Setiap pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi pasti takut dan bertanya-tanya apasih rasanya kemoterapi. Sesungguhnya tidak ada efek samping yang pasti dialami oleh pasien saat menjalankan kemoterapi, semua efek samping bergantung pada jenis obat, sugesti dan daya tahan tubuh kita dalam merespon obat tersebut. Efek kemoterapi yang saya rasakan sendiri juga berbeda-beda pada setiap siklus:
rambut rontok selama kemoterapi - saya simpen ๐Ÿ˜ญ
Kemoterapi pertama: Saat disuntikkan obat kemoterapi tidak ada efek samping yang saya rasakan. Keesokan harinya saya baru merasa agak kelelahan, dan berlanjut hingga malam harinya badan saya panas dingin dan sakit di sekujur tubuh terutama punggung (rasanya seperti digebukin). Selama 3 hari nafsu makan saya menurun dan saya hanya mau makan apa yang saya inginkan (ini lebih ke sugesti sih, hehe). Sepekan sebelum kemo kedua rambut dibeberapa area tubuh saya mulai rontok.

proses kemoterapi mirip seperti sedang diinfus pada umumnya // tanda hitam di tangan kiri saya merupakan efek kemoterapi ketiga
 Kemoterapi kedua: Tidak begitu berbeda dengan kemo pertama, kelelahan, hilang nafsu makan dan rambut rontok masih saya alami, oiya sekujur lidah saya juga sempat sariawan karena saya kurang memperhatikan kesehatan mulut. Sepekan sebelum kemo ketiga semua rambut disekujur tubuh saya sudah rontok, dari mulai alis, bulu mata, rambut di kepala, ketiak dan kemaluan.


Kemoterapi ketiga: Badan atau punggung saya sudah tidak sesakit sebelumnya, namun saya masih tetap merasa kelelahan, hilang nafsu makan serta sariawan. Selain efek samping diatas saya juga sempat mendapatkan luka seperti "melepuh" dan terbakar di tangan tempat penyuntikan obat kemo, akibat suster saat itu tidak cepat membilas obat kemo dengan cairan infus. Oleh karena itu penting sekali untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup, baik melalui infus dan minum air mineral saat menjalani kemoterapi ya.

Kemoterapi keempat: Jika sebelumnya kelelahan dan sakit punggung bisa saya rasakan hingga seminggu, pada kemoterapi keempat saya hanya merasakan efek tersebut selama tiga hari saja. Selain itu sempat tumbuh banyak jerawat di kepala saya.

Kemoterapi kelima: Tidak terlalu berbeda dengan kemoterapi keempat, namun saya sempat mengalami pembengkakan di kaki dan tangan saya selama seminggu. Menurut dokter itu adalah hal wajar karena efek samping dari obat kemo dexa.

Kemoterapi keenam: Tidak jauh berbeda dengan kemo keempat, saya masih merasakan sakit punggung dan kelelahan selama tiga hari. Namun akibat stress saya sempat mengalami mual dan muntah pada tiga hari pertama.


Saya yakin setiap pasien kanker yang akan menjalani kemoterapi pasti takut dan bertanya-tanya apasih rasanya kemoterapi. Sesungguhnya tidak ada efek samping yang pasti dialami oleh pasien saat menjalankan kemoterapi, semua efek samping bergantung pada jenis obat, sugesti dan daya tahan tubuh kita dalam merespon obat tersebut. Oleh karena itu buat kamu yang akan menjalani kemoterapi tidak usah takut dengan apa yang kamu lihat di tv atau omogan orang tentang kemoterapi ya, yakinkan saja dalam dirimu bahwa kemoterapi yang kamu jalani merupakan proses agar kamu dapat sehat kembali. ๐Ÿ˜Š๐ŸŽ—

Saya bukanlah dokter dan tulisan ini merupakan murni pengalaman saya selama menjalani 6x siklus kemoterapi. Efek samping yang dirasakan oleh saya belum tentu dirasakan oleh anda, begitupun sebaliknya.

13 comments:

  1. Makasih sharingnyaaa mbaak andii. Skrng jd lebih tau mengenaii kemoterapii. Salaam kenaal ya mbaak. Mbaak semogaa selalu diberikan kuat dan bahagiaa sama Allah. Aamiin. . Terharu sama ketegaran mbak menjalani semua proses kemoterapi. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba lucky
      Sama-sama mba, terima kasih sudah berkunjung ke blog ku juga ^^. Amiiin semoga kita selalu diberi kesehatan ya mba :)

      Delete
  2. Selama ini mendengar kata kemo, saya sudah takut duluan mba...pengalaman dengan ibu mertua yang melakukan kemo juga... Keep fighting ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, bukan mba saja kok saya juga dulu gitu. Terima kasih semangatnya mba ^^

      Delete
  3. Halo salam kenal dari Banjarnegara : ). semoga informasinya mencerahkan orang2 yang belum tahu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo salam kenal juga mas ^^. iya semoga informatif ya postnya hehe

      Delete
  4. Hay
    Mba Andi
    Apa kabarnya sekarang. Smga sht sllu.
    Mba kita sama_ovarium 3 thn lalu
    Bedanya sampai saat ini saya blm punya nyali untuk kemo.
    Jika berkenan masih banyak hal yg ingin saya tanyakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai bu, Alhamdulillah keadaanku baik dan sehat, semoga ibu juga selalu diberi kesehatan oleh Tuhan :)
      Silahkan bu jika ada yang ingin ditanyakan. Mungkin jika banyak bisa via email saya di andi.cintana@yahoo.com dan fb saya Andi Cintana.

      Terima kasih sudah mengunjungi blog saya bu :)

      Delete
  5. Semoga cepet sehat kembali y mba.. Sya jg akan mnjalani proses kemo mba,semoga sya bisa kuat dan semangat sprti mba..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Henie, Alhamdulillah saat ini saya sudah selesai program pengobatan dan sudah sehat kembali ๐Ÿ˜Š
      Amiiin, bismillah diberikan kelancaran selama proses kemo & Insya Allah setelah ini diangkat penyakitnya mba. Semangat mba ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

      Delete